Wisata pasar terapung · Banjarmasin

Berangkat subuh, sampai sebelum matahari naik

Kelotok kayu, pemandu yang besar di tepi sungai ini, dan pasar terapung Lok Baintan pada jam yang sebenarnya hidup, bukan versi yang sudah sepi jam sembilan.

Keberangkatan subuh

KTB
Dari Piere Tendean Dermaga kelotok
Tujuan Lok Baintan Pasar terapung
Berangkat
05.00 WITA
Kumpul
04.45
Lama tur
4–6 jam
kembali 09.00–11.00
Sisa kursi
8 / 32
Besok
Mulai dari
Rp185rb
per orang
  • Perahu berizin, pelampung disediakan
  • Bisa dijemput di hotel
  • Batal gratis sampai 20.00 malam sebelumnya

Paket tur

Semua tur berangkat dari dermaga yang sama. Kursi terbatas per perahu, jadi angka di bawah ini apa adanya.

Sisa kursi untuk besok

  1. KTB-01

    Tur Pasar Terapung

    Berangkat
    05.00 WITA
    Kembali
    09.00

    Berangkat gelap, sampai di pasar tepat saat perahu-perahu mulai berkumpul. Sarapan di atas kelotok.

    • Kelotok kayu untuk 12 orang
    • Pemandu berbahasa Indonesia
    • Sarapan soto Banjar di perahu
    • Pelampung untuk semua penumpang

    Kursi Sisa 6 dari 12 kursi

    Rp185.000

    per orang · minimal 4 orang

    Pesan tur ini
  2. KTB-02

    Pasar Terapung + Pulau Kembang

    Berangkat
    05.00 WITA
    Kembali
    11.00

    Setelah pasar, singgah ke Pulau Kembang untuk melihat koloni monyet ekor panjang, lalu menyusuri kampung tepi sungai.

    • Semua isi tur dasar
    • Singgah 45 menit di Pulau Kembang
    • Tiket masuk pulau sudah termasuk
    • Menyusuri kampung tepi sungai

    Kursi Sisa 2 dari 12 kursi

    Rp265.000

    per orang · minimal 4 orang

    Pesan tur ini
  3. KTB-03

    Kelotok Privat

    Jam berangkat bebas dipilih

    Satu kelotok untuk rombongan pian sendiri. Rute dan jam bisa diatur, termasuk untuk pemotretan.

    • Satu kelotok penuh (maksimal 8 orang)
    • Rute dan jadwal disesuaikan
    • Pemandu dwibahasa
    • Sarapan dan air mineral

    Kursi Penuh

    Rp1.450.000

    per perahu · bukan per orang

    Tanya tanggal lain

Jalannya pagi itu

Jadwal untuk paket lengkap. Paket dasar tanpa singgah ke pulau.

  1. Berkumpul di dermaga

    Bertemu pemandu, memakai pelampung, minum teh hangat sambil menunggu rombongan lengkap.

  2. Berangkat

    Menyusuri Sungai Martapura ke hulu dalam gelap. Lampu kota menipis dalam hitungan menit.

    Siluet kelotok di sungai, matahari masih rendah di cakrawala
  3. Pasar terapung Lok Baintan

    Jukung-jukung berkumpul dan transaksi dimulai. Bawa uang pecahan kecil: buah dan wadai bisa dibeli langsung dari perahu.

    Pedagang bertanggui menjual pisang, jeruk, dan mangga dari jukung
  4. Sarapan di atas perahu

    Soto Banjar disantap sambil perahu hanyut pelan. Kopi dan teh sudah termasuk.

    Tur Pasar Terapung berbalik di sini dan tiba di dermaga 09.00.

  5. Pulau Kembang

    Empat puluh lima menit di antara monyet ekor panjang. Tas ditutup rapat, jangan memegang makanan di tangan.

  6. Kampung tepi sungai

    Perjalanan pulang melewati rumah panggung dan warung terapung, perahu dijalankan pelan.

    Rumah-rumah panggung berjajar di tepi sungai, sebuah jukung melintas
  7. Kembali ke dermaga

    Berakhir di titik yang sama. Kami bisa mencarikan kendaraan ke hotel pian.

Titik kumpul

Datang ke dermaga di Jl. Piere Tendean, sebelah warung kecil beratap biru. Kami menunggu sepuluh menit dari jam berangkat, tidak lebih. Pasarnya juga tidak menunggu.

Alamat
Dermaga Kelotok Jl. Piere Tendean
Sudah di lokasi
04.45 WITA
Parkir
Gratis, ada penjaga
WhatsApp
0812-0000-1717

Pembayaran

  • QRIS
  • Transfer BCA / Bank Kalsel
  • Tunai di dermaga
  • Wise · PayPal
Buka di Google Maps
Kelotok wisata bersandar di Siring Piere Tendean, di depan Menara Pandang.
Kelotok menarik barisan jukung di Sungai Martapura: pekerjaan Pak Ahmad sebelum ia membawa penumpang.

Pak Ahmad dan anaknya, Rifqi

Pak Ahmad membawa perahu di sungai ini sejak 1995, mula-mula mengangkut barang, lalu penumpang. Ia hafal pedagang mana yang datang di hari apa, dan jalur mana yang bisa dilewati saat air surut.

Rifqi memandu dalam bahasa Inggris dan mengurus pemesanan. Tanyakan apa saja: ia lebih suka menjelaskan daripada membiarkan pian memotret sesuatu yang tidak dipahami.

Buku tamu

Tamu menulis di buku ini setelah turun dari perahu, dalam bahasa mereka sendiri.

  1. Om vijf uur ’s ochtends waren we de enige toeristen op het water. Toen om negen uur de bussen aankwamen, hadden wij al ontbeten op de boot.

    Marieke de Vries Utrecht, Belanda

    Terjemahan dari bahasa Belanda Jam lima pagi kami satu-satunya perahu wisata di sungai. Waktu rombongan bus datang jam sembilan, kami sudah selesai sarapan di perahu.

  2. Rifqi explained who the sellers were and what they were trading. It stopped feeling like a photo stop and started feeling like a visit.

    James Okafor Melbourne, Australia

    Terjemahan dari bahasa Inggris Rifqi menjelaskan siapa para pedagangnya dan apa yang mereka tukar. Rasanya bukan sekadar berhenti untuk foto, tapi benar-benar berkunjung.

  3. Pesan lewat WhatsApp gampang, dibalas dalam sepuluh menit. Perahunya berangkat tepat waktu, tidak molor.

    Ayu Lestari Jakarta

Chat WhatsApp